Search

Saturday, 11 May 2013

Ping Perjalanan Seekor Katak Mencari Kolam Baru - Stuart Avery Gold

Hari ini saya dan Tommy selesai membaca buku Ping: Perjalanan Katak Mencari Kolam Baru. Buat saya ini kali kedua membaca buku karya Stuart Avery Gold. Sama seperti saat membacanya pada kali pertama, buku itu masih memukau. Menginspirasi. Memompa semangat.

Membaca Ping kali ini, saya lebih memperhatikan saat-saat kematian Burung Hantu. Mungkin dulu bagian ini agak luput dari perhatian karena fokus saya pada Ping. Mengapa Burung Hantu mati -- dibuat mati -- dalam kisah ini? Mengapa si guru bijak itu tak diberi waktu lebih panjang untuk menikmati buah hasil mendidik muridnya? Begitulah pertanyaan yang melintas di kepala saya malam ini. Saya hanya bisa menebak-nebak bahwa peran guru memang sekedar memberitahu. Selanjutnya terserah si murid. Dan saat itulah -- saat pengetahuan atau keterampilan sudah selesai diberikan, guru harus mundur atau undur diri -- seperti yang dianalogikan dalam matinya Burung Hantu. Barangkali seperti itu. 


Di bawah ini adalah catatan tentang buku itu -- yang saya tulis pada tahun 2006.

Penuh inspirasi! Ping mewakili kita yang jatuh bangun menghadapi perubahan, pilihan, dan risiko ...

Judul: Ping, Perjalanan Seekor Katak Mencari Kolam Baru
Penulis: Stuart Avery Gold
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Edisi: 2009
Halaman: 81
Dimensi: 13 x 19 x 0.5cm
Sampul: Paperback
Bahasa: Indonesia

Ping dalam buku ini Stuart Avery Gold bercerita tentang seekor katak bernama Ping yang memberanikan diri melakukan perjalanan panjang untuk mencari kolam baru karena kolam yang ia tempati selama ini telah kering. Dalam perjalanannya, Ping kerap merasa bingung, susah dan nyaris putus asa. Untunglah ia berjumpa dengan Burung Hantu yang memberinya banyak pelajaran bijak tentang kehidupan. Pencerahan-pencerahan dari Burung Hantu inilah yang membuat Ping melihat persoalan dari perspektif lain, serta membuatnya menjadi lebih tangguh menghadapi segala kesulitan, sampai akhirnya ia menemukan kolam baru itu. Pada akhirnya ini adalah sebuah cerita tentang perjalanan batin.

Genre buku ini sama dengan Who Moved My Cheese, yakni ditulis dalam bentuk cerita fabel yang sederhana, dan penuh dengan kata-kata motivasi yang mampu membangkitkan semangat. Meskipun mungkin sasaran utama buku ini adalah para entrepreneur, namun pencerahan-pencerahannya bisa diterapkan dalam kehidupan siapa saja, terutama mereka yang bingung menghadapi perubahan, kemunduran, kegagalan, kesulitan.

Beruntung sekali Ping bertemu dengan Burung Hantu yang menyediakan dirinya menjadi mentor tanpa kenal lelah. Apabila kita tidak menemukan mentor seperti itu dalam keseharian kita, agaknya buku semacam ini bisa menjadi mentor bagi kita. Tanpa mentor, mungkin kita akan butuh waktu yang lebih lama dan pengalaman hidup yang lebih banyak untuk memahami berbagai pelajaran hidup, seperti "Menghindari pengambilan risiko berarti mengambil risiko yang terbesar."

Yang sedikit mengganggu dari buku ini adalah penerjemahan beberapa konsep penting yang terasa kurang pas atau akrab, seperti "visiun", "hidup bertujuan" dan lain-lain.

No comments:

Post a Comment